Categories
Pendidikan

Membangun Merek yang Kuat

Membangun Merek yang Kuat

Membangun Merek yang Kuat

Manajemen Merek

Dalam manajemen merek, Anda membutuhkan kerangka kerja berdasarkan kerangka kerja manajemen pemasaran. Kerangka manajemen pemasaran (Power Marketing) yang disusun oleh Jakarta Consulting Group memiliki dasar dasar untuk memanusiakan klien. Klien harus menjadi subjek nyata, bukan tujuan, perusahaan harus menetapkan tujuan berdasarkan visi mengembangkan hubungan jangka panjang dengan lingkungan, yang akan meningkatkan kepuasan konsumen dan, pada akhirnya, berkontribusi pada kesejahteraan dari pihak yang berkepentingan.


Dasar dari pola pikir pemasaran tenaga terletak pada 3 kunci

  • Gerakan (movement). Gerakan adalah dasar untuk menanggapi dinamika persaingan dan permintaan yang selalu bergejolak karena harapan pelanggan yang tinggi.
  • Maintenance (pemeliharaan). Tindakan harus disajikan dengan kepedulian kepada pelanggan melalui inovasi dalam strategi, manajemen atau produk atau layanan.
  • Inovasi. Inovasi untuk menghasilkan produk atau layanan inovatif di bidang strategi dan manajemen adalah proses untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan, sehingga kepuasan pelanggan terjadi, yang akan mengembangkan hubungan jangka panjang dan berkelanjutan dan menghasilkan loyalitas pelanggan. klien.

Konsumen yang puas akan memastikan kepercayaan jangka panjang dan hubungan jangka panjang serta loyalitas pelanggan. Dalam melakukan semua ini, nilai diperlukan sebagai referensi untuk mengambil tindakan, nilai-nilai ini adalah 9 nilai strategis, 3 pengembangan nilai dan 5 pengiriman nilai.

Nilai – Nilai Strategis

Nilai strategis pertama adalah pemangku kepentingan, yaitu, kesuksesan perusahaan akan mengarah pada kemakmuran pemangku kepentingan, sehingga kemakmuran harus mengalir ke semua pemangku kepentingan ketika tidak hanya memberikan kemakmuran bagi karyawan, pemegang saham atau konsumen, tetapi juga ketika pendekatan holistik untuk bisnis dan pemasaran diperlukan .

Nilai strategis kedua adalah layanan (layanan) dan layanan adalah nilai tambah yang harus diberikan kepada klien sampai nilai tambah memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen, dan harus bekerja dengan baik untuk memberikan layanan terbaik ke layanan . eksternal dalam organisasi internal. Jika layanan di saluran internal diblokir, kinerja organisasi sebagai sistem diblokir, proses nilai tambah dipengaruhi dan mempengaruhi kualitas hasil yang diberikan kepada klien.

Nilai Strategis yang ketiga adalah strategi dalam desain bagaimana tujuan yang dijelaskan dalam perencanaan pemasaran, program dan tindakan harus dicapai dalam konteks pemasaran perusahaan-bisnis. Pendekatan holistik dan komprehensif harus digunakan, sehingga rencana pemasaran, program, dan tindakan saling terkait dengan urutan strategi bersama dalam strategi tingkat perusahaan, tingkat bisnis, dan strategi pemasaran itu sendiri.

Nilai keempat adalah segmentasi. Segmentasi adalah alat strategis untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan, penjual harus memetakan profil dan kebutuhan konsumen sebelum memilih area target. Langkah pertama dalam pemetaan adalah membagi pasar menjadi kelompok-kelompok dan kemudian memberikan identitas (identitas kelompok) sehingga anggota suatu segmen memiliki persamaan dan perbedaan dibandingkan dengan anggota segmen lainnya. Saat merespons bauran pemasaran, anggota segmen diharapkan memiliki pola perilaku tertentu sehingga pemasar dapat mengembangkan bauran pemasaran yang efektif untuk mencapai segmen ini.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :